Jumat, 17 Juli 2026

RINCIAN DERITA TUHAN-Dari Santa Bernadette da SS.

 



MERENUNGKAN PENDERITAAN DAN KESENGSARAAN TUHAN YESUS 


Jumlah serdadu yang dipersenjatai ada 150;

Yang menghelaku dalam keadaan terbelenggu ada 23;

Algojo Pengadilan ada 83;

Penamparan terhadap kepalaku sebanyak 150 kali;

Peninjuan ke perutku sebanyak 108 kali;

Sepakan ke punggungku sebanyak 80 kali;

Aku ditarik pada rambut yang dijalin sebagai tali 24 kali;

Peludahan ke mukaku sebanyak 180 kali;

BakdanKu dicambuki sebanyak 6666 kali;

Kepalaku dipalu sebanyak 110 kali;

Mendapat luka di kepala sebanyak 20;

Aku didorong dengan keras pada jam 12 rambutku dijambak, kepalaku ditekan dengan duri-duri dan janggutku ditarik 24 kali;

Luka karena cambukkan kawat ada 72;

Luka karena duri di kepala ada 110;

Luka dalam karena duri di dahi ada 3;

Aku kemudian dilucuti dan dikenakan pakaian sebagai raja palsu;

Bilur di kepalaku ada 1000;

Serdadu-serdadu yang menggiring Ku menuju Kalvari ada 608;

Yang memperhatikan Aku dengan sungguh-sungguh ada 3;

Dan menghinaku sebanyak 1008;

Tetesan daraku yang hilang terbuang ada 28.430.


Disahkan oleh Pope Leo Xlll in Rome 5 Aprile 1890


LIMA BELAS PENYIKSAAN KEJI YANG DIALAMI YESUS

 


LIMA BELAS PENYIKSAAN KEJI  TERHADAP YESUS ANAK ALLAH PENEBUS UMAT MANUSIA

Rahasia ini diungkapkan kepada orang suci, kekasih Allah, St. Maria Magdalena Claris Fransiskan yang hidup, meninggal dan digelar Suci di Roma. Yesus memenuhi keinginan suster ini yang berharap sungguh-sungguh supaya bisa memahami sesuatu mengenai PENYIKSAAN RAHASIA yang dialami Yesus pada malam menjelang Yesus diadili dan dihukum mati.

Bangsa Yahudi menganggap Ku sebagai manusia paling celaka yang hidup di muka bumi ini dan karenanya:

1. Mereka membelenggu kakiku dan menyeretku di atas batu anak tangga, turun menuju sebuah ruangan kotor dan menjijikkan di bawah tanah;

2. Mereka menanggalkan pakaianku dan mencambuki badanku dengan cambuk yang bersimpul-simpul besi;

3. Mereka melilitkan tali pada badanku lalu menarikku sepanjang lapangan dari ujung ke ujung;

4. Mereka mengikatku pada sebuah tonggak, lalu menusukku dengan kayu yang bercabang-cabang;

5. Mereka menggantungku pada sekeping kayu dengan simpul hidup dan muda terbuka sehingga Aku

terjatuh. Dengan siksa sedemikian ini Aku menangis dengan air mata darah;

6. Mereka memukulku dengan batu dan memanggang Ku dengan bara api dan obor;

7. Mereka menusukku dengan jarum besar, ujungnya menyerupai tombak runcing merobek kulitku, daging dan urat-uratku mencuat keluar dari badanku;

8. Mereka mengikatku pada sebuah tonggak dan menyuruh berdiri tanpa alas kaki pada sekeping besi yang panas membara;

9. Mereka memahkotaiKu dengan mahkota besi, menutup mukaku dengan kain yang kotor dekil;

10. Mereka mendudukan Aku pada sebuah kursi yang dipasang paku-paku tajam sehingga menyebabkan luka-luka yang dalam pada badanku;

11. Mereka menyiram Aku dengan timah hitam dan damar cair. Kemudian mereka menggencetku pada kursi yang berpaku-paku sehingga paku-paku ini menusuk membenam masuk semakin dalam dan lebih dalam lagi ke badanku;

12. Supaya malu dan makin sengsara, mereka menusukkan jarum-jarum di lobang pori janggutku yang sudah dicabuti. Lalu lenganku diikatkan ke punggungKu dan mereka menggiringKu keluar dari penjara dibarengi tamparan-tamparan dan pukulan-pukulan;

13. Mereka menghempaskan Aku pada salib dan mengikatku sedemikian kencangnya sehingga Aku hampir-hampir tidak bernapas sama sekali;

14. Mereka mendorong kepalaku dengan keras, sehingga Aku jatuh terlentang ke tanah lalu mereka menginjakku yang menyakitkan dadaku. Kemudian mereka mencopot duri di mahkotaku dan mencucukannya ke lidahku;

15. Mereka menuangkan dalam mulutku kotoran-kotoran yang sangat busuk menjijikan sebab mereka kehabisan cara-cara penyiksaan yang sadis keji kepadaku;

Lalu Yesus bersabda: "Anakku! Aku menghendaki supaya kamu menyampaikan kepada siapa saja kelimabelas penyiksaan ini supaya masing-masing mereka dimuliakan. Dan siapa saja yang setiap hari mempersembahkan kepadaku dengan kasih sayang salah satu dari penderitaanku ini dan mengucapkan sungguh-sungguh doa ini akan dikaruniai kemuliaan kekal baginya pada hari penghakiman!

Marilah Berdoa

Ya Yesus anak Allah yang Maha Kuasa Penebus kami. Kami bermazar dengan sungguh-sungguh demi kemuliaan namaMu dalam Kelima Belas Penyiksaan Rahasia ini, sebab DarahMu yang Maha Suci sudah dicurahkan bagi kami. Kami memuliakan, mengagungkan dan menyembahMu Ya Kasih yang Abadi, Yesus Kristus, Demi HatiMu yang Maha Suci, DarahMu yang Maha Murni, PengorbananMu yang Maha Mulia bagi Kami Umat Manusia; Juga kami memuliakan Sakramen Mahakudus di altarMu, Bunda Maria Yang Suci Murni bersama dengan sembilan paduan suara malekat dan darah suci para kudus. Sebagaimana banyaknya rumput di padang, buah-buahan di kebun, gandum di ladang dan bunga-bunga di taman, bintang di angkasa, malaekat di surga dan makhluk di bumi. Kami semua hambaMu memuliakan, mengagungkan dan menyembahMu kini, selalu dan sepanjang segala abad. AMIN

Devosi kepada penyiksaan keji Yesus disahkan oleh Paus Clemens II 1730-1740


Jumat, 10 Juli 2026

Kronologi Kisah Sengsara Tuhan Yesus-Dari Perjamuan Terakhir sampai Pemakaman (Kompilasi 15 kronologi)

 


Oleh Matheus Antonius Krivo


Sekapur Siri

Saya mengumpulkan tulisan tentang kisah sengsara Yesus Kristus sejak tahun 2011. Semula upaya ini saya lakukan untuk membantu diri sendiri, agar bisa mengetahui lebih rinci kisah penderitaan dan kematian Yesus. Keinginan pribadi ini lahir dari rasa ingin tahu seperti apa sih kisah riil penderitaan dan kematian Yesus  Sang Juru Selamat dunia. Tentunya dengan mengetahui kisah tragis lebih rinci, membantu saya pribadi untuk semakin mengenal pribadi Yesus Sang Inkarnasi.

Setelah melewati penulusuran melalui media digital online, akhirnya saya bertemu dengan sejumlah tulisan yang menghantar saya pada keyakinan akan realitas sesungguhnya kisah penderitaan dan kematian Yesus. Atas dasar keyakinan itu, saya memberanikan diri menyusun kronologi kisah sengsara Tuhan.

Sumber informasi utama kronologi ini adalah Alkitab Gereja Katolik dan Meditasi Santa Anne Catherine Emmerich. Di samping itu ada sejumlah informasi lainnya dari media digital yang memperkaya alur kisah sengsara Tuhan.

Setelah menyusun kronologi ini, sembari memahami realitas masih banyak umat beriman yang belum mengetahuinya secara rinci, saya memandang bahwa tulisan ini perlu dibaca banyak orang untuk memperkaya pengetahuan dan mempertebal imannya. Oleh karena itu saya memposting pada  sandtuh.blogspot.com agar dapat diakses oleh banyak pihak. Tulisan ini merupakan kompilasi 15 kronologi. Kalau ingin mengetahui dan mengambil kisah dari setiap kronologi dapat mengaksesnya  pada blogspot ini juga.

Mari, biarkan diri sebagai sosok yang lebih mengenal Tuhan Yesus, masuk lebih dalam lagi pada rancangan KeilahianNya.

Weelonda-Sumba Barat Daya, Juni 2026


Silahkan klik di sini kisahnya!!!

DOWNLOAD




 

 



Rabu, 08 Juli 2026

DOA BAPA KAMI MATI RAGA (THE LORD'S PRAYER IS DEAD OF BODY)


 

Doa Bapa Kami sumbernya dari Alkitab Gereja Katholik. Doa sederhana yang diwariskan langsung oleh Yesus sendiri ketika masih hidup bersama para rasulNya. Doa ini kemudian terwaris kepada Gereja dari semula hingga sekarang dan selama-lamanya. Doa Bapa Kami mulai dimasukan dalam Liturgi Gereja Katolik pada tahun 590 oleh Paus Gregorius I  yang memerintah sejak tanggal 3 September 540 sampai 12 Maret 604 M. Didoakan tepat setelah Doa Syukur Agung dan sebelum pemecahan roti. (The Lord's prayer comes from the Catholic Bible. A simple prayer that was inherited directly by Jesus himself when he was still living with his apostles. This prayer is then inherited to the Church from the beginning until now and forever. The Lord's Prayer began to be included in the Liturgy of the Catholic Church in 590 by Pope Gregory I, who ruled from September 3, 540 to March 12, 604 AD. It is prayed right after the Eucharistic Prayer and before the breaking of bread)

Banyak umat Katolik mendaraskan Doa Bapa Kami setiap hari dalam berbagai kesempatan. Doa yang melekat dalam diri seorang Katolik adalah Doa Bapa Kami dan Salam Maria. Olehnya seluruh doa pribadi yakni permohonan dan pujian selalu dilengkapi dengan Doa Bapa Kami dan atau Salam Maria. (Many Catholics recite the Lord's prayer daily on various occasions. The prayers inherent in a Catholic are the Lord's prayer and the Hail Mary. Therefore, all personal prayers of supplication and praise are always complemented by the Lord's prayer and or Hail Mary)

Ada salah satu cara berdoa Bapa Kami yang diyakini sangat ampuh  dapat segera terkabulkan permohonan adalah Bapa Kami Mati Raga. Disebut mati raga karena mengulang Doa Bapa Kami sebanyak 77 kali atau 90 kali atau 150 kali dalam satu ritme waktu. Waktu berdoa Bapa Kami Mati Raga adalah pukul 24.00 di alam terbuka beratapkan langit. Kalau bangun terlambat tidak boleh lewat dari pukul 01.00. (There is one way to pray Our Father who is believed to be very powerful to be immediately granted the request is Our Father Dead of Body. It is called physical death because it repeats the Lord's prayer 77 times or 90 times or 150 times in one rhythm of time. The time of praying our father to death is at 24.00 in the open sky-roofed nature. If you wake up late, it should not be later than 01.00)

Susunan doa:

  • Tanda salib
  • Tobat
  • Penyampaian intensi
  • Aku Percaya
  • Mendaraskan doa Bapa Kami sebanyak 77 kali atau 90 kali atau 150 kali
  • Kemuliaan 7 kali (jika 77 kali doa) atau 9 kali (jika 90 kali doa) atau 15 kali (jika 150 kali doa)
  • Penutup: doa syukur dan tanda salib.
Prayer arrangement :
  • Sign of the cross
  • Repentance
  • Presentation of intentions
  • I Believe
  • Say the Lord's prayer 77 times or 90 times or 150 times
  • Glory 7 times (if 77 times prayer) or 9 times (if 90 times prayer) or 15 times (if 150 times prayer)
  • Prayer of Thanksgiving and the sign of the cross.

Doa Bapa Kami dapat dilakukan selama 3 hari berturut-turut (Triduum) pada jam yang sama. Atau 9  hari (Novena). Perlu menjadi perhatian kalau Triduum atau Novena wajib waktu yang sama. Tempat tidak harus sama hanya berlaku ketentuan beratapkan langit. (The Lord's prayer can be performed for 3 consecutive days (Triduum) at the same hour. Or 9 days (Novena). It should be noted that a Triduum or Novena is obligatory at the same time. The place does not have to be the same only the provisions apply roofed sky)

Mati Raga adalah pengorbanan untuk memohon kemurahan Ilahi mengabulkan permohonan yang dibawa selama doa Bapa Kami. Suasana mati raga sangat bertolak belakang dengan keterbatasan indrawi manusia: tidur nyenyak, ngantuk, dingin malam, mungkin hujan mengguyur, gangguan binatang, angin kencang, dan ketakutan. Justru dalam kondisi itu ketika bertahan sampai tuntas, akan menerima anugerah yang diharapkan. Bagi Allah tidak ada yang mustahil. (Physical death is a sacrifice to ask for Divine Mercy to grant the request brought during the Lord's prayer. The atmosphere of physical death is in stark contrast to the limitations of the human senses: deep sleep, drowsiness, cold nights, perhaps pouring rain, animal disturbances, strong winds, and fear. It is precisely in that condition when it survives to the end, it will receive the expected Grace. With God nothing is impossible)

Suasana tengah malam adalah situasi pertarungan roh-roh yang bergentayangan. Banyak nasib seseorang diputuskan pada waktu-waktu itu. Olehnya seperti Yesus sendiri pada jam itu berdoa di Taman Getsemani penuh dengan cobaan, kita pun harus bisa berjaga agar kuat menghadapi cobaan. Allah tidak pernah tidur dan ketika meminta kepadaNya dengan pengorbanan dan ketulusan pasti menembusi langit dan DIA akan mengabulkannya. (The atmosphere of midnight is the situation of the battle of the spirits that roam. Much of a person's fate was decided in those times. Therefore, just like Jesus himself at that time prayed in the Garden of Gethsemane was full of trials, we must also be able to watch so that we are strong to face trials. God never sleeps and when asking Him with sacrifice and sincerity surely penetrates the heavens and He will grant it)

Doa Bapa Kami Mati Raga memang sederhana tapi tidak gampang untuk melaksanakannya. Dibutuhkan niat yang kuat, keberanian dan dorongan dalam diri yang percaya penuh pada Penyelenggaraan Ilahi. Tak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh doa dari seorang yang bergumul dengan sepenuh hati dan bermati raga. (The Lord's prayer is simple but not easy to do. It takes a strong intention, courage and drive in a person who believes fully in Divine Providence. There is no problem that cannot be solved by the prayer of one who struggles wholeheartedly and physically)

Kalau anda punya masalah yang serius, ruwet dan seakan tak mungkin terselesaikan, lakukan doa Bapa Kami mati raga. Saksikan keajaiban doa ini setelah engkau melakukannya. Dianjurkan 9 hari (novena). (If you have a serious problem, complicated and seems impossible to resolve, do the Lord's Prayer Dead of Body. Witness the miracle of this prayer after you have done it. Recommended 9 days (novena)

Angka 77 kali adalah pengampunan tak berujung (the number 77 times is endless forgiveness)

Angka 90 kali adalah kesempurnaan, kebijaksanaan, penyelamatan atau kelepasan. Pemulihan kembali. (The number 90 is perfection, wisdom, salvation or deliverance. Recovery back)

Angka 150 kali adalah jumlah doa Mazmur. Para rahib awal sekitar abad ke-9 M selalu  mendaraskan Mazmur 150 kali setiap hari. Mereka membaginya menjadi 3 waktu: pagi 50 mazmur, siang 50 mazmur dan Malam 50 mazmur. Tapi kemudian pada abad ke-11 M dalam perjalanan praktek berdoa Mazmur digantikan dengan berdoa Bapa Kami 150 kali setiap hari. Guna memudahkan perhitungan jumlah doa, digunakan untaian tali yang mereka sebut Pater Noster (Bapa Kami). Pada bad ke-12 dilakukan pembagian doa Bapa Kami menjadi 3 waktu dalam sehari yakni pagi, siang dan malam yang mana masing-masingnya 50 kali. Kemudian berkembang lagi menggantikan doa Bapa Kami dengan Salam Maria yang dibagi menjadi 3 peristiwa : Gembira (50 kali), Sedih (50 kali) dan Mulia (50 kali). (The number 150 times is the number of Psalm prayers. Early monks around the 9th century A.D. used to recite the Psalms 150 times a day. They divided it into 3 times: Morning 50 Psalms, afternoon 50 Psalms and evening 50 Psalms. But then in the 11th century AD in the course of the practice of praying the Psalms was replaced by praying the Our Father 150 times every day. In order to facilitate the calculation of the number of prayers, a string is used, which they call the Pater Noster (Our Father). On the 12th bad, the division of the Lord's prayer into 3 times a day, namely morning, afternoon and evening, each of which is 50 times. Then it evolved again replacing the Lord's prayer with the Hail Mary which is divided into 3 events: joyful (50 times), sad (50 times) and glorious (50 times)

Lakukan doa dengan sungguh-sungguh. Ketika melangsungkannya jangan pernah bergeser dan terganggu terhadap cobaan dan godaan; entah hujan (cukup tutup kepala dengan topi/kain/handuk atau helm tapi jangan payung), anjing menggonggong hendak menggigit, ular tiba-tiba muncul atau bunyi-bunyian mengganggu konsentrasi tetaplah tenang sampai selesai. Ataupun muncul makluk aneh yang menakutkan, tidak perlu terganggu. Itu adalah reaksi roh penghalang. Kalau terganggu, bahkan meresponya berarti batal. (Pray earnestly. When carrying it out, never shift and be distracted from trials and temptations; whether it is raining (just cover your head with a hat/cloth/towel or helmet but not an umbrella), dogs barking about to bite, snakes suddenly appearing or sounds disturbing concentration stay calm until it is finished. Or maybe it's some kind of strange creature that doesn't need to be disturbed. It was a barrier spirit reaction. If disturbed, even responding means void)

Sebaiknya persiapkan tempat yang tenang di bawah langit tanpa naungan, ada lilin bernyala dengan Patung Yesus atau salib  yang ditempatkan pada lokasi yang aman; tidak kena hujan jika terjadi hujan. Duduklah pada tempat yang nyaman selama berdoa, sehingga tidak mengganggu konsentrasi. (It is best to prepare a quiet place under the sky without shade, there is a burning candle with a statue of Jesus or a cross placed in a safe location, not subject to rain in case of rain. Sit in a comfortable place during prayer, so as not to disturb concentration)

Sudah banyak yang melakukan dan bercerita penuh keajaiban terhadap Doa Bapa Kami Mati Raga. Seorang anak yang tulang patah normal kembali. Ibu yang sekarat yang harusnya meninggal hidup kembali. Masalah pelik yang dianggap tidak mungkin dapat diselesaikan lagi, ternyata diselesaikan dengan kelembutan. Satu keluarga yang memohon agar bisa membeli rumah, selesai novena langsung terwujud. Seorang ibu yang sakit berkepanjangan; segala upaya telah dilakukan namun belum juga sembuh, setelah berdoa sembilan hari, ibu itu langsung berangsur pulih dan akhirnya sehat kembali. Anda bisa melakukannya itu dengan keyakinan penuh. Selamat mencoba. (There have been many who have done and told miraculous stories about the Our Father's . A child with a broken bone returns to normal. A dying mother who should have died comes back to life. Strange problems that were considered impossible to solve again, turned out to be solved with tenderness. One family who begged to be able to buy a house, finished novena immediately realized. A mother who had been ill for a long time; all efforts had been made but she had not yet recovered, and after praying for nine days, she recovered and was finally healthy again. You can do that with complete confidence. Please you try it)

Tentang Doa Bapa Kami (About The Lord's Prayer)

Doa Bapa Kami=Oratio Dominika=Doa Tuhan (Our Father's Prayer = Dominican Oratio=Lord's Prayer)
Pada abad ke-3 Tertulianus menyebut Doa Bapa Kami adalah ringkasan dari Injil. (In the 3rd century Tertullian called The Lord's Prayer a summary of the Gospels)

Allah itu kudus, orang Yahudi menyebutnya satu tahun hanya satu kali di tempat yang maha kudus pada perayaan Yon Kippur. Olehnya nama Allah tidak sembarangan disebutkan. Namun sehari-hari orang Yahudi menyebut-Nya dengan Adonai=Tuhanku atau Elohim=Allah Maha Kuasa. Pada masaNya, Yesus menyebut Abba ya Bapa. Kata Abba=bapak adalah sapaan anak kepada sang ayah. Yesus memberikan Allah kepada manusia sebagai Bapa, dalam dimensi kesetaraan. (God is holy, The Jews call on the name of the Lord a year only once in the most holy place on the feast of Yon Kippur. God's name is not mentioned in vain. But the Jews call him Adonai (My Lord) or Elohim (God Almighty). Jesus called Abba - The Father. The word Abba=Father is the child's greeting to the father. Jesus gave God to man as Father, in a dimension of equality)

Kata ’kami’ dalam doa Bapa Kami bersifat universal; bukan bapakku, bersifat egoisme individual. Setiap kali mendaraskan doa Bapa Kami, setiap pribadi menautkan diri dengan seluruh umat Katolik di dunia, para jiwa dalam surga, para kudus di surga. Bergabung dalam satu keluarga yang disucikan oleh Darah Sang Penebus. (The word ' wein the Lord's prayer is universal; it is not my father, it is individual egoism. Every time we say the Lord's prayer, each person links himself with all the Catholics in the world, the souls in heaven, the Saints in heaven. Join a family sanctified by the blood of the Redeemer)

Ada dua permintaan dalam Doa Bapa Kami: Kemuliaan bagi Allah dan Kebutuhan Manusia. (There are two requests in the Lord's prayer: Glory to God and Human Needs)

Doa Bapa Kami terdiri dari dua deklarasi dan 5 permohonan:

1. Bapa yang di Surga;
2. Dimuliakanlah NamaMu;
3. Datanglah KerajaanMu;
4. Jadilah KehendakMu;
5. Berilah kami Roti Super Subtansi sumber kehidupan (rezeki);
6. Ampunilah kesalahan dan kami pun mengampuni;
7. Jangan masukan ke dalam pencobaan/godaan dan dibebaskan dari yang jahat.

The Lord's prayer consists of two declarations and 5 supplications:

1. The father in heaven; 2. Glorify Thy Name; 3. Thy Kingdom Come; 4. Be Your Will; 5. Give us bread Super substance source of life (sustenance); 6. Forgive mistakes and we forgive; 7. Do not enter into temptation and be delivered from evil.

Satu kata yang harus dipahami yakni 'Epiosius' dalam Bahasa Yunani=dari kata epi yang berati di atas, super atau melampaui. Kata osia berarti substansi, hakikat atau esensi keberadaan. Itu berarti roti yang melampaui substansi (=nya/biasa) atau roti super substansial. Roti super substasial adalah roti hidup yang turun dari surga yakni jiwa dan keIlahian Kristus yang terwujud dalam sakramen ekaristi. (One word that must be understood is 'Epiosius' in Greek=from the word 'epi' which means above, super or beyond. The word 'osia' means substance, nature or essence of being. That means bread that goes beyond substance (=his/her usual) or super substantial bread. The super-substantive bread is the living bread that came down from heaven, the soul and divinity of Christ manifested in the sacrament of the Eucharist)

Dalam teks Vulgata, Santo Hironimus menerjemahkannya dengan panen nostrum cotidianum. (In the Vulgate text, Saint Hironimus translates it with the panen nostrum cotidianum)

Terjemahan bahasa Indonesia memang terkesan berkaitan dengan kebutuhan manusia...berilah kami makanan secukupnya/rezeki. Sebetulnya dari teks asli penulis Injil Perjanjian Baru memilih kata 'epiosius' mempunyai arti terdalam yakni Tubuh dan Darah Kristus yang telah dicurahkan di atas salib dan dimeteraikan di dalam Ekaristi. (Indonesian translation is indeed impressed with regard to human needs...'give us enough food.' Actually, from the original text of the New Testament Gospel writers chose the word 'epiosius' has the deepest meaning of the body and blood of Christ that has been poured out on the cross and sealed in the Eucharist)