Doa Bapa Kami sumbernya dari Alkitab Gereja Katholik. Doa sederhana yang diwariskan langsung oleh Yesus sendiri ketika masih hidup bersama para rasulNya. Doa ini kemudian terwaris kepada Gereja dari semula hingga sekarang dan selama-lamanya. Doa Bapa Kami mulai dimasukan dalam Liturgi Gereja Katolik pada tahun 590 oleh Paus Gregorius I yang memerintah sejak tanggal 3 September 540-12 Maret 604 M. Didoakan tepat setelah Doa Syukur Agung dan sebelum pemecahan roti.
Banyak umat Katolik mendaraskan Doa Bapa Kami setiap hari dalam berbagai kesempatan. Doa yang dikuasai oleh seorang Katolik adalah Doa Bapa Kami dan Salam Maria. Olehnya selalu melengkapi seluruh doa pribadi yakni permohonan dan pujian dengan Doa Bapa Kami dan atau Salam Maria.
Ada salah satu cara berdoa Bapa Kami yang diyakni sangat ampuh dapat segera terkabulkan permohonan adalah Bapa Kami Mati Raga. Disebut mati raga karena mengulang Doa Bapa Kami sebanyak 77 kali atau 90 kali atau 150 kali dalam satu ritme waktu. Waktu berdoa Bapa Kami Mati Raga adalah pukul 24.00 di alam terbuka beratapkan langit. Kalau bangun terlambat tidak boleh lewat dari pukul 01.00.
Susunan doa Bapa Kami Mati Raga:
- Tanda salib
- Tobat
- Penyampaian intensi
- Aku Percaya
- Mendaraskan doa Bapa Kami sebanyak 77 kali atau 90 kali atau 150 kali
- Kemuliaan 7 kali (jika 77 kali doa) atau 9 kali (jika 90 kali doa) atau 15 kali (jika 150 kali doa)
- Penutup: doa syukur dan tanda salib.
Doa Bapa Kami dapat dilakukan selama 3 hari berturut-turut (Triduum) pada jam yang sama. Atau 9 hari (Novena). Perlu menjadi perhatian kalau Triduum atau Novena wajib waktu yang sama. Tempat tidak harus sama hanya berlaku ketentuan beratapkan langit.
Mati Raga adalah pengorbanan untuk memohon kemurahan Ilahi mengabulkan permohonan yang dibawa selama doa Bapa Kami. Suasana mati raga sangat bertolak belakang dengan keterbatasan indrawi manusia: tidur nyenyak, ngantuk, dingin malam, mungkin hujan mengguyur, gangguan binatang, angin kencang, dan ketakutan. Justru dalam kondisi itu ketika bertahan sampai tuntas, akan menerima anugerah yang diharapkan. Bagi Allah tidak ada yang mustahil.
Suasana tengah malam adalah aura pertarungan roh-roh yang bergentayangan. Banyak nasib seseorang diputuskan pada waktu-waktu itu. Olehnya seperti Yesus sendiri pada jam itu berdoa di Taman Getsemani penuh dengan cobaan, kita pun harus bisa berjaga agar kuat menghadapi cobaan. Allah tidak pernah tidur dan ketika meminta kepadaNya dengan pengorbanan dan ketulusan pasti menembusi langit dan DIA akan mengabulkannya.
Doa Bapa Kami Mati Raga memang sederhana tapi tidak gampang untuk melaksanakannya. Dibutuhkan niat yang kuat, keberanian dan dorongan dalam diri yang percaya penuh pada Penyelenggaraan Ilahi. Tak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh doa dari seorang yang bergumul dengan sepenuh hati dan bermati raga.
Kalau anda punya masalah yang serius, ruwet dan seakan tak mungkin terselesaikan, lakukan doa Bapa Kami mati raga. Saksikan keajaiban doa ini setelah engkau melakukannya. Dianjurkan 9 hari (novena).
Angka 77 kali adalah pengampunan tak berujung
Angka 90 kali adalah kesempurnaan, kebijaksanaan, penyelamatan atau kelepasan. Pemulihan kembali.
Angka 150 kali adalah jumlah doa Mazmur. Para rahib awal sekitar abad ke-9 M selalu mendaraskan Mazmur 150 kali setiap hari. Mereka membaginya menjadi 3 waktu: pagi 50 mazmur, siang 50 mazmur dan Malam 50 mazmur. Tapi kemudian pada abad ke-11 M dalam perjalanan praktek berdoa Mazmur digantikan dengan berdoa Bapa Kami 150 kali setiap hari. Guna memudahkan perhitungan jumlah doa, digunakan untaian tali yang mereka sebut Pater-Noster (Bapa Kami). Pada bad ke-12 dilakukan pembagian doa Bapa Kami menjadi 3 waktu dalam sehari yakni pagi, siang dan malam yang mana masing-masingnya 50 kali. Kemudian berkembang lagi menggantikan doa Bapa Kami dengan Salam Maria yang dibagi menjadi 3 peristiwa : Gembira (50 kali), Sedih (50 kali) dan Mulia (50 kali)
Lakukan doa dengan sungguh-sungguh. Ketika melangsungkannya jangan pernah bergeser dan terganggu terhadap cobaan dan godaan; entah hujan (cukup tutup kepala dengan topi/kain/handuk atau helm tapi jangan payung), anjing menggonggong hendak menggigit, ular tiba-tiba muncul atau bunyi-bunyian mengganggu konsentrasi tetaplah tenang sampai selesai. Ataupun muncul makluk aneh yang menakutkan, tidak perlu terganggu. Itu adalah reaksi roh penghalang. Kalau terganggu, bahkan meresponya berarti batal.
Bagusnya persiapkan tempat yang tenang di bawah langit tanpa naungan, ada lilin yang bernyala dengan Patung Yesus atau salib yang ditempatkan pada lokasi yang aman; tidak kena hujan jika terjadi hujan. Duduklah pada tempat yang nyaman selama berdoa, sehingga tidak mengganggu konsentrasi.
Sudah banyak yang melakukan dan bercerita penuh keajaiban terhadap Doa Bapa Kami Mati Raga. Seorang anak yang tulang patah normal kembali. Ibu yang sekarat yang harusnya meninggal hidup kembali. Masalah pelik yang dianggap tidak mungkin dapat diselesaikan lagi, ternyata diselesaikan dengan kelembutan. Satu keluarga yang memohon agar bisa membeli rumah, selesai novena langsung terwujud. Seorang ibu yang sakit berkepanjangan; segala upaya telah dilakukan namun belum juga sembuh, setelah berdoa sembilan hari, ibu itu langsung berangsur pulih dan akhirnya sehat kembali. Anda bisa melakukannya itu dengan keyakinan penuh. Selamat mencoba.