Senin, 10 Juni 2024

NAMA-NAMA BULAN DAN WAKTU DALAM BUDAYA AGRARIS LISE/LIO

Dikumpulkan dari berbagai sumber 3 Mei 1993

 

A.    NAMA BULAN - NAJA WULA

Urutan

KALENDER MASEHI

KALENDER AGRARIS LISE/LIO

1

JANUARI

BEKE RIA

2

FEBRUARI

BEKE LO’O

3

MARET

BALU RE’E

4

APRIL

BALU JI’E

5

MEI

FOWO

6

JUNI

BASE AE

7

JULI

BASE GEGA

8

AGUSTUS

DERO BEBO

9

SEPTEMBER

DERO MBEO

10

OKTOBER

MAPA

11

NOVEMBER

MORE

12

DESEMBER

NDURU

 

B.    TENTANG WAKTU/NELU

PUKUL

NELU SARA LISE/LIO

05.00-06.00

Bha jaja/koka sedho

06.00-07.00

Buga lae

07.00-07.30

Sia dega/leja geju/leja singga

07.30-08.30

Leja niru mu

08.30-09.30

Leja bewa

09.30-10.30

Leja ngara wadho

10.30-12.00

Leja detu/leja pesu

12.00-13.00

Leja gai bewa

13.00-14.00

Leja leu

14.00-15.00

Leja detu rembu

15.00-15.30

Leja kiri/kirinia

15.30-16.00

Leja kiri lo’o

16.00-17.00

Leja lo’o

17.00-17.30

Leja molu

17.30-18.00

Leja ghale

18.00-19.00

Ola mbewu/tanga sala nia ngata

19.00-20.00

Nelu ka

20.00-21.00

Nelu ka sawe

21.00-22.00

Nelu boka roke

22.00-23.00

Nelu roke bebo

23.00-24.00

Nelu roke ndate

00.30-01.30

Nelu roke bepa

01.30-03.00

Nelu manu kako sa deka

03.00-04.00

Nelu manu kako deka rua

04.00-05.00

Nelu manu  kako ndawi


Tanda khas setiap bulan:
Beke Ria (Januari): Hujan rutin hampir setiap hari. Kali dan sungai meluap dan berdampak longsor pada sejumlah lokasi. Alam menghijau. Ada buah-buahan seperti nenas dan mangga masih ada. Begitu juga advokat. Tanaman pangan masih berbunga sedikit. Udaranyanya lembab dan dingin. Jamur bertumbuh subur. Biasanya persediaan pangan di lumbung sudah sangat menipis. Saat itu orang mengalami kekurangan pangan utama seperti padi, jagung, sorgum, dsb.

Beke Loo (Februari): Hujan masih ada, Angin kencang (musim Barat). Burung-burung berkicau dan berterbangan ke ladang mencari makan. Tanaman pangan di ladang sudah ada yang bisa panen seperti sayuran berupa terung, daun labu lilin dan kacang-kacangan muda. Namun pangan utama seperti padi belum bisa dipanen. Jagung muda sudah bisa dinikmati.

Balu Ree (Maret): Hujan masih ada sehingga air di kali, sungai dan saluran melimpah di mana-mana. Jagung sudah mulai matang. Padi ladang (huma) menguning. Burung pipit ramai melalang buana mencari makan. Awan tampak rendah  menutup gunung dan  bukit. Para petani lebih banyak waktu berada di ladang dan menikmati indahnya alam yang sedang menyajikan kenikmatan pangan dan suasana indah dan nyaman.

Balu Ji'e (April): Hujan mulai jarang. Matahari cenderung bersinar terang seakan mematangkan tanaman pangan berupa padi dan jagung untuk dipanen. Burung pipit semakin menggebu-gebu mendatangi ladang ketika ada padi. Begitu juga burung kakatua yang rutin menikmati jagung di ladang. Petani sejak pagi buta hingga gelap tiba seakan bertarung dengan burung pipit, kakatua dan beberapa jenis burung lainnya yang juga ingin menikmati hasil ladang. Suasana kehidupan petani penuh sukacita karena memasuki masa panen dan menikmati makanan baru dari ladang. Pada bulan ini juga dilakukan penanaman jagung musim panas atau lazim disebut 'Jawa Hiwa'.

Fowo (Mei): Matahari bersinar terang, langit cerah. Hujan sewaktu-waktu masih ada. Cahaya mentari mengeringkan pangan utama seperti padi dan jagung untuk disimpan pada lumbung (kebo). Para petani sibuk mengemas jagung untuk disimpan baik di lumbung (kebo) maupun di tempat khusus di luar rumah. Sayur labu lilin mulai dipanen setelah mengering dan bisa tersimpan lama. Begitu juga kacang-kacangan. Hidangan nasi maupun jagung sudah mulai bercampur dengan kacang-kacangan.

Base Ae (Juni): Matahari bersinar terang. Awan berderet dari arah Barat. Siang mulai lebih panjang. Tanah perlahan mengering. Tanaman jagung musim panas di ladang menuju kematangan dan siap dipanen. Embun pagi membasahi dedaunan. Para petani menuntaskan penyimpanan pangan di lumbung. Selalu ada hujan beberapa hari yang disebut hujan untuk merangsang mangga berbunga. Masih ada tanaman kacang turi yang siap dipanen.

Base Gega (Juli): Matahari terus bersinar. Langit di malam hari bertaburkan bintang. Tanaman pangan di ladang tertinggal hanya sorgum yang siap dipanen. Tanah makin kering, rumput mulai mengering. Daun-daun berguguran. Angin perlahan bertiup kencang. Sumber air kecil mulai menyusut. Para petani lebih banyak berada dalam suasana urusan sosial keluarga seperti pesta kawin, syukuran dan mengurus anak sekolah. Banyak lelaki dewasa meninggalkan kampung dan beraktivitas di luar kampung untuk mendapatkan dukungan penghasilan berupa kerja proyek. Anak-anak dan orang muda bisa menikmati rembulan malam dengan bermain atau bernyanyi bersama di malam hari.

Dero Bebo (Agustus): Matahari semakin bersinar terang. Udara mulai terasa panas dan membuat orang banyak berkeringat. Dedaunan pohon mulai mengering dan berguguran. Angin pun bertiup kencang pada siang hari. Malam hari bulan bertaburkan bintang. Hujan tidak ada. Jalanan berdebu dan abu. Para petani lahan kering memulai persiapan lahan. 

Dero Mbeo atau disebut juga Jelu Jena (September): puncak musim kemarau atau lazim disebut kemarau panjang. Angin bertiup kencang. Pohon-pohon seakan telanjang berdiri. Udara begitu panasnya di siang hari dan bahkan sampai menjelang tengah malam. Beberapa wilayah di bagian Selatan sering menyebutnya ndito pito au bo (kondisi kering sampai pohon bambu/aur pecah seakan meledak). Dedaunan telah berguguran. Jalanan berdebu dan abu mudah bertebaran. Beberapa tanaman musim panas muncul tunas baru setelah dedaunan lama berguguran. Petani menuntaskan persiapan lahan untuk musim tanam. Acara-acara sosial dan adat masih terus berlangsung.

Mapa atau disebut juga Bara (Oktober): Lahan pertanian telah tersedia (adanya aktivitas pembersihan dan pembakaran). Guntur mulai terdengar. Awan hitam menurun perlahan. Bau tak sedang seperti bau tanah basah dan kotoran ternak mulai tercium. Burung air mulai banyak di kali atau sungai. Hujan awal mulai turun. Tetua adat memimpin ritual turun tanam. Petani pun mulai menanam tanaman pangan utama berupa padi, jagung, labu lilin dan kacang-kacangan. Pohon Mangga mulai memberikan buahnya. 

More atau disebut juga kebe pale ae (November): Hujan terus mengguyur namun tidak sepanjang waktu. Tanaman di ladang dan rumput mulai menghijau. Petani lebih banyak waktu berada di ladang untuk membersihkan rumput/gulma atau mengerjakan apa saja untuk merawat tanaman pangan mereka. 

Nduru atau disebut juga Reto atau Ndu (Desember): Hujan terus menerus bahkan bisa beberapa hari. Tanaman pangan di ladang terus bertumbuh. Pohon buah seperti mangga, nenas terus memberikan buahnya. Para petani masih terus berada di ladang untuk memantau dan merawat tanaman mereka.


***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar