Dikumpulkan dari berbagai sumber 3 Mei 1993
A. NAMA BULAN - NAJA WULA
|
Urutan |
KALENDER
MASEHI |
KALENDER
AGRARIS LISE/LIO |
|
1 |
JANUARI |
BEKE RIA |
|
2 |
FEBRUARI |
BEKE LO’O |
|
3 |
MARET |
BALU RE’E |
|
4 |
APRIL |
BALU JI’E |
|
5 |
MEI |
FOWO |
|
6 |
JUNI |
BASE AE |
|
7 |
JULI |
BASE GEGA |
|
8 |
AGUSTUS |
DERO BEBO |
|
9 |
SEPTEMBER |
DERO MBEO |
|
10 |
OKTOBER |
MAPA |
|
11 |
NOVEMBER |
MORE |
|
12 |
DESEMBER |
NDURU |
B. TENTANG WAKTU/NELU
|
PUKUL |
NELU
SARA LISE/LIO |
|
05.00-06.00 |
Bha jaja/koka sedho |
|
06.00-07.00 |
Buga lae |
|
07.00-07.30 |
Sia dega/leja geju/leja singga |
|
07.30-08.30 |
Leja niru mu |
|
08.30-09.30 |
Leja bewa |
|
09.30-10.30 |
Leja ngara
wadho |
|
10.30-12.00 |
Leja detu/leja pesu |
|
12.00-13.00 |
Leja gai
bewa |
|
13.00-14.00 |
Leja leu |
|
14.00-15.00 |
Leja detu
rembu |
|
15.00-15.30 |
Leja kiri/kirinia |
|
15.30-16.00 |
Leja kiri
lo’o |
|
16.00-17.00 |
Leja lo’o |
|
17.00-17.30 |
Leja molu |
|
17.30-18.00 |
Leja ghale |
|
18.00-19.00 |
Ola
mbewu/tanga sala nia ngata |
|
19.00-20.00 |
Nelu ka |
|
20.00-21.00 |
Nelu ka sawe |
|
21.00-22.00 |
Nelu boka roke |
|
22.00-23.00 |
Nelu roke bebo |
|
23.00-24.00 |
Nelu roke ndate |
|
00.30-01.30 |
Nelu roke
bepa |
|
01.30-03.00 |
Nelu manu kako sa deka |
|
03.00-04.00 |
Nelu manu
kako deka rua |
|
04.00-05.00 |
Nelu manu kako ndawi |
Tanda khas setiap bulan:
Beke Loo (Februari): Hujan masih ada, Angin kencang (musim Barat). Burung-burung berkicau dan berterbangan ke ladang mencari makan. Tanaman pangan di ladang sudah ada yang bisa panen seperti sayuran berupa terung, daun labu lilin dan kacang-kacangan muda. Namun pangan utama seperti padi belum bisa dipanen. Jagung muda sudah bisa dinikmati.
Balu Ree (Maret): Hujan masih ada sehingga air di kali, sungai dan saluran melimpah di mana-mana. Jagung sudah mulai matang. Padi ladang (huma) menguning. Burung pipit ramai melalang buana mencari makan. Awan tampak rendah menutup gunung dan bukit. Para petani lebih banyak waktu berada di ladang dan menikmati indahnya alam yang sedang menyajikan kenikmatan pangan dan suasana indah dan nyaman.
Balu Ji'e (April): Hujan mulai jarang. Matahari cenderung bersinar terang seakan mematangkan tanaman pangan berupa padi dan jagung untuk dipanen. Burung pipit semakin menggebu-gebu mendatangi ladang ketika ada padi. Begitu juga burung kakatua yang rutin menikmati jagung di ladang. Petani sejak pagi buta hingga gelap tiba seakan bertarung dengan burung pipit, kakatua dan beberapa jenis burung lainnya yang juga ingin menikmati hasil ladang. Suasana kehidupan petani penuh sukacita karena memasuki masa panen dan menikmati makanan baru dari ladang. Pada bulan ini juga dilakukan penanaman jagung musim panas atau lazim disebut 'Jawa Hiwa'.
Fowo (Mei): Matahari bersinar terang, langit cerah. Hujan sewaktu-waktu masih ada. Cahaya mentari mengeringkan pangan utama seperti padi dan jagung untuk disimpan pada lumbung (kebo). Para petani sibuk mengemas jagung untuk disimpan baik di lumbung (kebo) maupun di tempat khusus di luar rumah. Sayur labu lilin mulai dipanen setelah mengering dan bisa tersimpan lama. Begitu juga kacang-kacangan. Hidangan nasi maupun jagung sudah mulai bercampur dengan kacang-kacangan.
Base Ae (Juni): Matahari bersinar terang. Awan berderet dari arah Barat. Siang mulai lebih panjang. Tanah perlahan mengering. Tanaman jagung musim panas di ladang menuju kematangan dan siap dipanen. Embun pagi membasahi dedaunan. Para petani menuntaskan penyimpanan pangan di lumbung. Selalu ada hujan beberapa hari yang disebut hujan untuk merangsang mangga berbunga. Masih ada tanaman kacang turi yang siap dipanen.
Base Gega (Juli): Matahari terus bersinar. Langit di malam hari bertaburkan bintang. Tanaman pangan di ladang tertinggal hanya sorgum yang siap dipanen. Tanah makin kering, rumput mulai mengering. Daun-daun berguguran. Angin perlahan bertiup kencang. Sumber air kecil mulai menyusut. Para petani lebih banyak berada dalam suasana urusan sosial keluarga seperti pesta kawin, syukuran dan mengurus anak sekolah. Banyak lelaki dewasa meninggalkan kampung dan beraktivitas di luar kampung untuk mendapatkan dukungan penghasilan berupa kerja proyek. Anak-anak dan orang muda bisa menikmati rembulan malam dengan bermain atau bernyanyi bersama di malam hari.
Dero Bebo (Agustus): Matahari semakin bersinar terang. Udara mulai terasa panas dan membuat orang banyak berkeringat. Dedaunan pohon mulai mengering dan berguguran. Angin pun bertiup kencang pada siang hari. Malam hari bulan bertaburkan bintang. Hujan tidak ada. Jalanan berdebu dan abu. Para petani lahan kering memulai persiapan lahan.
Dero Mbeo atau disebut juga Jelu Jena (September): puncak musim kemarau atau lazim disebut kemarau panjang. Angin bertiup kencang. Pohon-pohon seakan telanjang berdiri. Udara begitu panasnya di siang hari dan bahkan sampai menjelang tengah malam. Beberapa wilayah di bagian Selatan sering menyebutnya ndito pito au bo (kondisi kering sampai pohon bambu/aur pecah seakan meledak). Dedaunan telah berguguran. Jalanan berdebu dan abu mudah bertebaran. Beberapa tanaman musim panas muncul tunas baru setelah dedaunan lama berguguran. Petani menuntaskan persiapan lahan untuk musim tanam. Acara-acara sosial dan adat masih terus berlangsung.
Mapa atau disebut juga Bara (Oktober): Lahan pertanian telah tersedia (adanya aktivitas pembersihan dan pembakaran). Guntur mulai terdengar. Awan hitam menurun perlahan. Bau tak sedang seperti bau tanah basah dan kotoran ternak mulai tercium. Burung air mulai banyak di kali atau sungai. Hujan awal mulai turun. Tetua adat memimpin ritual turun tanam. Petani pun mulai menanam tanaman pangan utama berupa padi, jagung, labu lilin dan kacang-kacangan. Pohon Mangga mulai memberikan buahnya.
More atau disebut juga kebe pale ae (November): Hujan terus mengguyur namun tidak sepanjang waktu. Tanaman di ladang dan rumput mulai menghijau. Petani lebih banyak waktu berada di ladang untuk membersihkan rumput/gulma atau mengerjakan apa saja untuk merawat tanaman pangan mereka.
Nduru atau disebut juga Reto atau Ndu (Desember): Hujan terus menerus bahkan bisa beberapa hari. Tanaman pangan di ladang terus bertumbuh. Pohon buah seperti mangga, nenas terus memberikan buahnya. Para petani masih terus berada di ladang untuk memantau dan merawat tanaman mereka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar