Rabu, 19 Juni 2024

Tentang Proses dan Pengesahan Kitab Suci Gereja

Biarkan Kita Tahu


Oleh: Matheus Antonius Krivo dari berbagai sumber


1.Kitab-kitab Perjanjian Lama pada awalnya ditulis dalam bahasa Ibrani (Hebrew) bagi Israel, umat pilihan Allah. Tetapi setelah orang-orang Yahudi terusir dari tanah Palestina dan akhirnya menetap di berbagai tempat, mereka kehilangan bahasa aslinya dan mulai berbicara dalam bahasa Yunani (Greek) yang pada waktu itu merupakan bahasa internasional.

2.Di Alexandria berdiam sejumlah besar orang Yahudi yang berbahasa Yunani. Selama pemerintahan Ptolemius II Philadelphus (285 – 246 SM) dilangsungkan terjemahan seluruh Kitab Suci orang Yahudi ke dalam bahasa Yunani dimulai oleh 70 atau 72 ahli-kitab Yahudi. Menurut tradisi  6 orang dipilih mewakili setiap suku dari 12 suku bangsa Israel. Terjemahan ini diselesaikan sekitar tahun 250 – 125 SM. Kitab Suci hasil terjemahan  disebut Septuaginta, yaitu dari kata Latin yang berarti 70 (LXX), sesuai dengan jumlah penterjemah.

3.Seluruh teks kitab suci Perjanjian Baru ditulis dalam Bahasa Yunani (Greek).

4.Uskup-Uskup yang membuat daftar kitab-kitab untuk diakui sebagai inspirasi Ilahi, yakni: [1] Mileto, Uskup Sardis pada tahun 175 Masehi; [2] Santo Ireneus, Uskup Lyons – Perancis pada tahun 185 Masehi; [3] Eusebius, Uskup Caesarea pada tahun 325 Masehi.

5.Daftar Kitab Suci atau Alkitab sebanyak 73 kitab: 46  kitab Perjanjian Lama (termasuk Deuterokanonika) dan 27 kitab Perjanjian Baru pertama kali ditetapkan melalui dekrit Paus Damasus I tahun 382 M. Paus Damasus juga memerintahkan Santo Hironimus  untuk membuat teks KS Vulgata yaitu terjemahan dari Bahasa Ibrani ke dalam Bahasa Latin. Selain itu ada teks-teks yang tidak ada dalam Bahasa Ibrani, diterjemahkan pula dari Bahasa Yunani dan Aram ke dalam Bahasa Latin. Selanjutnya di Betlehem antara tahun 392-404, Santo Hironimus menerjemahkan Kitab-kitab Perjanjian Lama dari bahasa Ibrani kedalam bahasa Latin, kecuali kitab Mazmur yang direvisi dari versi Latin yang sudah ada.

6.Sinode/Konsili Hippo di Afrika Utara pada tahun 393 menetapkan ke 73 kitab-kitab Perjanjian Lama (46 kitab) dan Perjanjian Baru (27 kitab) dan Sinode/Konsili Kartago-Afrika Utara tahun 397 menetapkan kanon yang sama untuk Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

7.Paus Innocentius I (401-417) pada tahun 405 M  menyetujui kanonisasi 73 kitab dalam Alkitab dan menutup kanonisasi Alkitab. Alkitab tersebut yang berlaku sampai saat ini. 

8.Konsili Nicea II  tahun 787, Gereja Latin di Barat dan Gereja Yunani/Bizantium di Timur memiliki kanon Kitab Suci yang sama sebagaimana telah ditetapkan pada Sinode/Konsili di Kartago Tahun 397.

9.Konsili di Firenze/Basel (1431-1445), para pemimpin Gereja kembali menguatkan keputusan yang dibuat pada konsili-konsili sebelumnya mengenai kitab-kitab yang ada dalam Alkitab dan seluruh Gereja Timur (Koptik, Etiopia, Siria, Armenia, Siro-Malankar, Kaldea, dan Malabars) menerima kanon Kitab Suci.

10.Pada Konsili Trente tahun 1546 Gereja Katolik mengeluarkan dekrit yang mensahkan Vulgata versi Latin dari Alkitab sebagai satu-satunya versi resmi yang diakui dan sah untuk umat Katolik. Teks terjemahan Alkitab ini direvisi oleh Paus Sixtus V pada tahun 1590 dan juga oleh Paus Clement VIII pada tahun 1593. Konsili Trente juga menegaskan kembali kesetian terhadap Alkitab Perjanjian Lama (46 kitab) dan Perjanjian Baru (27 kitab) yang merupakan warisan konsili-konsili sebelumnya.

11.Pada Konsili Vatikan I Tahun 1869-1870, kembali Gereja Katolik menegaskan keputusan konsili-konsili sebelumnya tentang Alkitab. Melalui Dokumen Dei Filius (Konstitusi Dogmatis mengenai Iman Katolik) dinyatakan bahwa seturut iman Katolik  Alkitab diinpirasikan oleh Allah.

12.Pembagian ayat (versifikasi) Perjanjian Lama  oleh Rabbi Isaac Nathan ben Kalonymus yang membuat konkordansi Alkitab Ibrani pertama pada sekitar tahun 1440. 

13.Skema pembagian sistematik  Alkitab dilakukan oleh Uskup Agung Canterbury Stephen Langton dan Kardinal Hugo de Sancto Caro berkebangsaan Perancis dari Ordo Dominikan pada tahun 1227. Sistem yang dibuat oleh Langton  mendasari pembagian bab/pasal Alkitab pada zaman modern. 

14.Orang pertama yang membagi bab-bab/pasal-pasal Perjanjian Baru atas ayat-ayat adalah Santi Pagnini (1470–1541), seorang pakar Alkitab dari ordo Dominikan asal Italia, tapi sistemnya tidak pernah dikenal secara luas.

15.Pencetakan Alkitab dengan standar nomor ayat pertama kali dilakukan oleh Robert I Estienne (1503 – 7 September 1559), yang dikenal sebagai Robertus Stephanus berkebangsaan Perancis untuk edisi Perjanjian Baru dalam Bahasa Yunani pada tahun 1551.

Bersyukurlah Alkitab Gereja Katolik dan persekutuhan gereja-gereja telah berusia 1628 tahun (sampai tahun 2025) sejak penetapannya pada Sinode/Konsili Kartago tahun 397. Sedari awal hingga saat ini isinya tidak berubah. Alkitab telah melewati perjalanan panjang dan telah menjadi dasar  kehidupan iman Kristiani dan banyak pihak dari waktu ke waktu. Cobaan dan ujian untuk mengingkari isi dan mengubah seturut kehendak pihak-pihak terus ada dari masa ke masa, namun para bapa Konsili tetap setia mengawalnya hingga saat ini dan akan datang. Dalam ziarahnya itu belum ada pihak yang mengingkari  berhasil membuat kitab suci baru, yang ada hanya mengurangi atau menambahkan sesuai versinya.

Daftar Teks Kitab Suci yang disetujui Paus Damasus I (366-384) untuk dimasukan ke dalam Kanon Kitab Suci.

Perjanjian Lama: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan, Yosua, Hakim-Hakim, Rut, dua buku Samuel, dua buku Raja-Raja, dua buku Tawarikh, Esra dan Nehemia, Tobit, Yudit, Ester, dua buku Makabe, Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Kidung Agung, Kebijaksanaan, Yesus Sirakh, Yesaya, Yeremia, Ratapan, Barukh, Yeheskiel, Daniel, Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakharia, Maleakhi.

Perjanjian Baru: Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas, Injil Yohanes, Kisah Para Rasul, Surat Paulus kepada jemaat di Roma, Surat Paulus kepada jemaat di Korintus 1, Surat Paulus kepada jemaat di Korintus 2,  Surat Paulus kepada jemaat di Galatia, Surat Paulus kepada jemaat di Efesus, Surat Paulus kepada jemaat di Filipi, Surat Paulus kepada jemaat di Kolose, Surat Paulus kepada jemaat di Tesalonika 1, Surat Paulus kepada jemaat di Tesalonika 2, Surat Paulus kepada Timotius 1, Surat Paulus kepada Timotius 2, Surat Paulus kepada Titus, Surat Paulus kepada Filemon, Surat kepada orang Ibrani, Surat Yakobus, Surat Petrus 1, Surat Petrus 2, Surat Yohanes 1, Surat Yohanes 2, Surat Yohanes 3, Surat Yudas, dan Wahyu kepada Yohanes.

Selain injil-injil kanonik yang tercantum dalam alkitab Perjanjian Baru sebetulnya terdapat lebih dari 300 Injil  yang tersebar di masing-masing Gereja tanpa diketahui siapa penulisnya. Ada banyak injil dan surat-surat yang tidak dimasukkan oleh gereja perdana. Gereja Katolik melarang keras para jemaat mengetahui dan membaca injil-injil tersebut karena tidak sesuai dengan iman katolik sebagai gereja perdana. Kitab-kitab tersebut ditolak karena tidak sesuai dengan Tradisi Suci dan Magisterium Gereja Katolik. Dengan infalibilitas Paus Roma, maka kitab-kitab tersebut dinyatakan sebagai bidaah (sesat) dan tidak layak untuk dibaca oleh umat kristen gereja perdana. 

Daftar kitab-kitab yang DITOLAK oleh Paus St. Damasus I untuk dimasukkan ke dalam Kanon Kitab Suci antara lain:

1)Injil Thomas, 2)Injil Maria Magdalena, 3)Injil Masa Kecil Yesus menurut Thomas, 4) Injil Masa Kecil Yesus menurut Yakobus, 5)Injil Petrus, 6)Injil Bartolomeus, 7)Injil Nikodemus, 8)Injil Nazorean, 9)Injil kaum Ebionit, 10)Injil Filipus, 11)Injil Ibrani, 12)Injil Andreas, 13)Injil Apelles, 14) Injil Barnabas, 15)Injil Basilides, 16)Injil Bardesanes, 17)Injil Eva, 18)Injil Fayum, 19)Injil Yakobus Kecil, 20)Injil Yudas Iskariot, 21)Injil Marcion, 22)Injil Mani, 23)Injil Maria, 24)Injil Matias, 25)Injil Thaddeus, 26)Injil Titan, 27)Injil Pseudo-Matius, 28)Injil Rahasia Markus, 29)Injil Valentinus, 30)Injil Scythianus, 31)Injil Hesychius, 32)Injil Encratites, 33)Injil Cerinthus, 34)Injil Dua Belas, 35)Injil Empat Wilayah Surgawi, 36)Injil Hidup, 37)Injil Kesempurnaan, 38)Injil Kebenaran, 39) Injil orang-orang Mesir, 40)Kisah Petrus dan Kedua belas Rasul, 41)Kisah Andreas, 42)Kisah Yohanes, 43)Kisah Thomas, 44)Kisah Paulus, 45)Dialog Sang Penyelamat, 46)Peribahasa Yesus, 47)Ajaran Yesus Kristus, 48)Ajaran Duabelas Rasul, 49)Rahasia dari Yohanes, 50)Konstitusi Kerasulan, 51)Keturunan Maria, 52)Pertanyaan dari Maria, 53)Apokrifa Yakobus, 54)Apokrifa Yohanes, 55)Khotbah Petrus, 56) Surat Abgar, 57)Surat Barnabas, 8) Surat Clement, 9) Surat Clement kepada jemaat di Korintus 1, 60) Surat Clement kepada jemaat di Korintus 2, 61)Surat Clement untuk kegadisan, 62)Surat Clement kepada Yakobus, 63) Surat Ignatius, 64)Surat Paulus kepada jemaat di Leodicea dan Alexandria, 65) Wahyu kepada Paulus, 66)Wahyu kepada Yakobus 1, 67)Wahyu kepada Yakobus 2, 68) Wahyu kepada Petrus.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar